Jumat, 12 April 2013

TUGAS 4 EKONOMI PARIWISATA

SITI MULYASARI
2009140021


Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan
Tabel Tingkat Kunjungan Wisata Negara Astina dan Negara Amarta
Jawaban:

NEGARA ASTINA                                                NEGARA AMARTA
             N
 F
           T

                N
F
               T
1.150.000
1x
1.150.000

675.000
1x
675.000
475.000
2x
950.000

355.000
2x
710.000
185.000
3x
555.000

193.000
3x
579.000
1.810.000

2.655.000

1.223.000

1.964.000

 a) Berdasarkan Perhitungan Kecenderungan Perjalanan Bersih (NTP)

NTP = N  x 100%
           P

Diketahu,
 Negara Astina                                                      Negara Amarta
     
  NTP           =  1.810.000   x 100%                       NTP   =  1.223.000  x 100%
                       14.500.000                                                 9.700.000
                                  
                    = 12.48%                                                   = 12.61%



     b)  Berdasarkan Perhitungan Kecenderungan Perjalanan Kotor (GTP)


GTP = T    x 100%                
           P

Keterangan :
            GTP: kecenderungan perjalanan kotor
            T     :jumlah perjalanan yang dilakukan
            P     :jumlah penduduk dalam suatu negara atau kelompok masyarakat tertentu dalam suatu negara

            Negara Astina                                      Negara Amarta
                 
GTP     = 2.655.000  x 100 %                  GTP     = 1.964.000  x 100 %
               14.500.000                                               9.700.000

            = 18.31%                                               = 20.25%


c)  Frekuensi Perjalanan (TF)
         TF = GTP             ATAU       TF = T   
                 NTP                                     N
                 

Keterangan : TF = Travel Frequecy



Negara Astina                                    Negara Amarta

TF        = 18.31%                               TF        = 20.25%
                12.48%                                              12.61%
           
            = 1.46 Kali                                            = 1.6 Kali 

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil perhitungan dari NTP, GTP dan TF, bisa disimpulkan bahwa Negara Amarta lebih unggul dari Negara Astina. Oleh karena itu, Negara Amarta bisa menjadi potential market yang menjanjikan apabila kita melakukan promosi pariwisata secara gencar dan efektif.



SOAL 2
Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?
Jawab 
 Kecenderungan Perjalanan yang Tinggi disebabkan oleh :
a.    Pendapatan penduduk yang besar
b.    Tingkat profesionalisme masyarakat (Wiraswasta, Direktur, Karyawan tingkat tinggi, dll)
c.    Penduduk kota-kota besar
d.    Kelompok usia antara 20-45 tahun
e.    Kelompok keluarga kecil dan keluarga-keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah.
f.     Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi

          Kecenderungan Perjalanan yang Rendah disebabkan oleh :
a.    Pendapatan penduduk yang kecil
b.    Pekerjaan penduduk seperti Petani, Buruh dan Pensiunan
c.    Anak-anak kecil dan orang-orang diatas 75 tahun.
d.    Para penghuni desa yang penduduknya kurang dari 2.000 orang
e.    Anggota keluarga besar (>5 orang)


Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut?

         Jawab :
1. Kondisi Elastis
Sebagai contoh adalah Pemenang paket liburan wisata ke Paris. Orang tersebut melakukan perjalanan  wisata karena memenangkan undian paket liburan wisata ke Paris. Semua biaya yang dikenakan dalam paket liburan akan ditanggung oleh perusahaan yang mengadakan undian tersebut.

2. Kondisi Elstis Murni
Contohnya adalah kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM juga memiliki dampak akan diikutinya kenaikan harga-harga produk barang atau jasa yang dibutuhkan dalam industri pariwisata. Yang paling dekat   dampaknya adalah naiknya biaya transportasi untuk melakukan perjalanan wisata.

3. Kondisi Tidak Elastis
Sebagai contoh adalah dinaikannya biaya fiskal kepada orang yang akan melakukan perjalanan wisata ke luar negeri oleh pemerintah Indonesia. Kebijakan ini sempat dilakukan pemerintah kita pada periode 2009-2010 dengan menetapkan biaya fiskal Rp. 2,5 jt untuk orang yang menggunakan pesawat udara dan Rp. 1 jt untuk orang yang menggunakan angkutan laut.Alasannya adalah untuk mengurangi tingkat kunjungan wisata keluar negri sekaligus juga untuk menstabilkan perekonomian negara. Alhasil pada tahun tersebut minat masyarakat kita untuk berpergian keluar negri pun sangat berkurang


Rabu, 03 April 2013

TUGAS 3 EKONOMI PARIWISATA

Nama : siti mulyasari
Nim    :2009140021


Berbicara tentang Club Med , memang terdapat banyak keunikan yang   dapat di temukan didalamnya. Sebelumnya saya memang pernah melakukan on the job training di Club Med resort yang ada di Bali. Pertama saya menginjakan kaki di tempat tersebut saya merasa banyak hal yang aneh , tidak seperti akomodasi hotel lain yang pernah saya temui. Namun banyak hal yang saya pelajari dari tempat tersebut. Ternyata tidak semua akomodasi hotel harus selalu tampil dengan elegan. Club Med mengajarkan banyak hal tentang bagaimana cara mengenal tamu dari sisi yang berbeda.

Club Med memiliki konsep yang berbeda dari yang lain, seperti SDM yang ada di dalamnya. Terdapat 2 tipe karyawan yang biasa di sebut oleh Club Med dengan GO ( Gentil Organisateur ) dan GE ( Gentil Employee ) sedangkan tamu yang datang di sebut dengan GM ( Gentil Membree ) Tentu kedua karyawan tersebut memiliki perbedaan. GO merupakan karyawan yang tidak hanya menetap dalam satu Village Club Med mereka memiliki periode tertentu sebelum nantinya mereka akan pindah ke Club Med village yang lain sedangkan GE adalah karyawan yang tetap berada dalam satu village (biasanya penduduk sekitar)

Jika saya amati dari sistem yang di terapkan oleh Club Med itu merupakan adopsi dari sistem kapal pesiar. Dimana semua karyawan GO mendapatkan kamar dan fasilitas Club Med ( tinggal di dalam Club Med itu sendiri ) dan penetapan shift kerja mereka pun tidak normal selayaknya karyawan biasa. Selain itu, segala fasilitas dan kegiatan yang di buat oleh Club Med membuat para tamunya hanya berada di dalam Club Med tersebut. Club Med didirikan di setiap negara dengan menjadikannya sesuai dengan budaya yang ada di daerah tersebut, sehingga village akan terlihat orisinil oleh karena itu para tamu akan merasa cukup tentang daerah yang di kunjungi walaupun hanya berada di village. 

Melihat dari uraian di atas , kenyataan yang saya temui di Club Med dan melihat dari segala aspek yang di pelajari dalam mata kuliah Ekonomi Pariwisata memang terdapat plus dan minus dari village tersebut.

Manfaat dan masalah ekonomi Club Med terhadap negara perekonomian di negara maju dan negara berkembang

Berdasarkan dari apa yang di ajarkan dalam mata kuliah Ekonomi Pariwisata bahwa kegiatan pariwisata dapat menimbulkan efek berganda bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam pembangunan Club Med. Efek tersebut dapat di rasakan langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat sekitar. Penambahan wisatawaan dapat meningkatkan pendapatan suatu daerah. Kegiatan pariwisata akan terasa medatangkan manfaat pada penjualan, keuntungan, lapangan kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah. Sayangnya Club Med memberikan kelebihan dari akomodasi hotel lainnya. Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa Club Med menyediakan berbagai fasilitas dan atraksi unik dengan tema yang berbeda setiap harinya, sehingga para tamu yang datang cenderung untuk menghabiskan waktunya untuk menyaksikan atraksi tersebut. Di tambah lagi di dalam village tersebut terdapat butik yang menyediakan berbagai pakaian dengan logo Club Med itu sendiri dan tamu yang datang cenderung memilih barang-barang butik tersebut sebagai konsumsi mereka sendiri ataupun sebagai buah tangan, bukan dari mereka yang berjualan di daerah sekitar. Tamu yang datang ke Club Med merasa sangat di manjakan dan di permudah. Selain itu Club Med menyediakan paket tur wisata suatu daerah di mana Club Med itu berada tentu saja seorang GO yang menanganinya bukan melakukan kerja sama dengan Usaha Perjalanan Wisata daerah sekitar.

 

Dari sistem kepegawaian yang di anut oleh Club Med juga dapat menjadi pendapatan bagi daerah sekitar. Mereka memiliki GO yang akan tinggal di daerah tersebut selama periode kerja mereka, sehingga dapat di pastikan bahwa mereka akan mengkonsumsi yang di buat atau diolah oleh daerah sekitar. Di lihat dari sistem pembayaran Club Med yang include artinya tamu membayar dengan harga paket yang berarti tamu tersebut akan dengan bebas makan, minum dan menikmati fasilitas dengan sepenuhnya. Oleh karena itu Club Med mematok harga yang mahal dan itu di bayarkan per orang bukan berdasarkan kamar yang di sewa. Sistem pembayaran seperti ini yang membuat tamu tidak banyak melakukan perjalanan karena mereka sudah membayar dengan mahal dan pastinya ingin merasakan hasil dari apa yang mereka bayar.

 

Namun di balik kelengkapan yang disediakan Club Med bagi para tamunya, Club Med juga memberikan kesempatan terhadap pedagang-pedagang retail di daerah sekitar dengan di perbolehkan untuk membuka dagangan di dalam village dalam hari dan jam tertentu. Biasanya dinamakan dengan Traditional Market Day , program ini dapat membantu pedagang-pedagang sekitar untuk menjajakan barang dagangannya yang tentu saja akan berdampak pada kehidupan perekonomian mereka.

 

Negara-Negara maju seperti Amerika Serikat dan Italia mungkin tidak merasakan manfaat yang berlebih dari pembangunan Club Med Village karena perusahaan akomodasi ini merupakan kepemilikan Perancis yang tentu saja keuntungan yang diraih akan di larikan balik ke Perancis. Ini merupakan suatu kebocoran ekonomi ( Economic Leakage ) sebenarnya, namun inilah bisnis secara tidak langsung ini merupakan suatu keterikatan yang saling membutuhkan. Suatu negara tidak mungkin berkembang tanpa adanya bisnis pariwisata di dalamnya baik dari dalam maupun dari luar.

 

Pariwisata juga memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar, seperti Club Med yang juga membantu menjaga kelestarian lingkungan sekitar dengan cara merekrut pekerja untuk menjaga kebersihan pantai serta ekosistem yang ada di sekitar. Tentu saja ini merupakan suatu yang di harapkan pemerintah dalam upaya melestarikan kekayaan alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar dalam perawatannya. Suatu usaha bisnis luar yang akan didirikan di suatu daerah akan memiliki perjanjian hukum di dalamnya agar semua dapat berjalan selaras dan seimbang dan dapat menciptakan keadaan yang saling menguntungkan satu sama lain.

 

Dampak sosial dan pendidikan tentu juga menjadi salah satu yang di akibatkan pariwisata. Dapat kita lihat Bali sebagai contohnya keadaan sosial mereka sudah banyak yang mengarah ke kehidupan luar negeri, selain itu banyaknya kunjungan wisatawan mancanegara mendorong para masyarakat untuk menguasai keterampilan bahasa asing sebagai modal utama, walaupun mereka tidak memiliki pendidikan yang tinggi, namun dengan bahasa mereka akan dapat hidup dengan cara menawarkan barang yang mereka jual. Keterampilan bahasa asing dirasakan sangat penting di kuasai guna dapat berkomunikasi dengan para wisatawan.

 

Bagi negara-negara berkembang kegiatan bisnis pariwisata dirasakan berpengaruh besar, karena dengan kehadiran industri pariwisata tersebut lah merupakan satu usaha yang dapat di capai agar para wisatawan dapat berkunjung ke daerah mereka dan sesuai dengan perkembangan daerah tersebut akan dapat di kenal di mata wisatawan. Selain itu ada beberapa pengaruh penting dari pariwisata. Pariwisata dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan negara, Pariwisata meningkatkan nilai tukar mata uang lokal terhadap mata uang asing, dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




Selasa, 02 April 2013

TUGAS 2 EKONOMI PARIWISATA


Nama  :Siti Mulyasari
Nim     : 2009140021



1.      Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.




2.      Buatlah diagram / gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen : Transportasi, Cinderamata, Makan & Minum, Tour



3.      Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, padatingkat selanjutny di keluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- .Berapakah Efek Berganda yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut dari kegiatan makan dan minum tersebut ?
Jawab :


                                        K = Y                = (5000 x 5) + 3350 + 2150 + 1475
                                                    E                                  25000

                                                                       = 25000 + 3350 + 2150 + 1475
                                                                                         25000
                                                                       = 31975
                                                                          25000

                                                                      = 1, 279 x 


                                   M = DS + IS +Ids         = 3350 + 2150 + 1475
                                                      DS                                  3350
                                                                               = 6975
                                                                                  3350
                                                                               = 2,08 x



                                  M = DS + IS +Ids         = 3350 + 2150 + 1475
                                                        E                               25000
                                                                             = 6975
                                                                               25000

                                                                             = 0,3 x

Selasa, 26 Maret 2013

Tugas 1 Ekonomi Pariwisata

1) Komponen Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu; transaksi berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan cadangan devisa negara (official reserves account)

 A. Transaksi berjalan (current account).
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa), yang meliputi :
·        ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit
·        net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal.
·        net transfer (transfer unilateral)
meliputi bantuan luar negeri, pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa, provisi income atas aset finansial, atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya.
Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa.
Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. Jika impor lebih tinggi dari ekspor, maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan.
Sebaliknya, jika ekspor lebih tinggi dari impor, yang terjadi adalah surplus. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri, serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya.

B . Neraca Modal (Capital Account)
Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham, obligasi dan real estate) suatu negara, Yang meliputi : a. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai.
·        Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri).
·        Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio, langsung atau jangka pendek.
Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing, dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara, termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas.

C.  Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account)
Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Cadangan devisa terdiri dari :
·        Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan.
·        Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit
·        Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit
  
2. )   Akibat –akibat yang akan ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap neraca pembayaran suatu Negara adalah
a.) Pariwisata menambah jumlah surplus neraca pembayaran negara.
b.) Pariwisata menambah defisit yang dialami negara
c.) Pariwisata menurunkan defisit yang dialami negara
d.) Pariwisata menurunkan surplus pembayaran negara  

3.    Menurut saya tindakan untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan adalah dengan  Meningkatkan kunjungan wisatawan asing yang datang ke Indonesia dan menghambat meningkatnya kegiatan wisatawan lokal yang ingin berkunjung ke luar negeri.

 4. carilah masing- masing sebuah contoh neraca pembayaran dan atau neraca wisatawan lalu buatlah pendapat anda atas neraca - neraca tersebut !!!

Neraca Perdagangan Barang  Surplus neraca perdagangan barang pada Tw. I- 2011 turun USD0,8 miliar dibanding triwulan sebelumnya menjadi sebesar USD8,4 miliar akibat impor yang tumbuh 32,6%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekspor (30,2%, y.o.y). Penurunan kinerja neraca perdagangan barang berasal dari lebih rendahnya surplus neraca perdagangan barang nonmigas dan melebarnya defisit neraca minyak. Neraca perdagangan nonmigas pada Tw. I-2011 mencatat surplus USD8,3 miliar, lebih rendah dari surplus USD9,1 miliar pada periode sebelumnya. Penurunan surplus ini terjadi karena, dibandingkan triwulan sebelumnya, ekspor nonmigas mengalami penurunan dalam jumlah yang lebih besar daripada penurunan impor nonmigas. Meski demikian, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dan impor nonmigas masih mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi,
masing-masing sebesar 29,7% dan 26,2%.