2009140021
Terdapat 2 (dua) buah
Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara
Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta
memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan
wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan
perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan
perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang
melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang;
penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000.
Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling
besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda
dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan
Tabel Tingkat Kunjungan
Wisata Negara Astina dan Negara Amarta
Jawaban:
NEGARA ASTINA NEGARA
AMARTA
|
N
|
F
|
T
|
|
N
|
F
|
T
|
|
1.150.000
|
1x
|
1.150.000
|
|
675.000
|
1x
|
675.000
|
|
475.000
|
2x
|
950.000
|
|
355.000
|
2x
|
710.000
|
|
185.000
|
3x
|
555.000
|
|
193.000
|
3x
|
579.000
|
|
1.810.000
|
|
2.655.000
|
|
1.223.000
|
|
1.964.000
|
a) Berdasarkan Perhitungan Kecenderungan Perjalanan
Bersih (NTP)
NTP = N x 100%
P
Diketahu,
Negara Astina
Negara Amarta
NTP
= 1.810.000
x 100% NTP = 1.223.000
x 100%
14.500.000
9.700.000
= 12.48% = 12.61%
b)
Berdasarkan Perhitungan Kecenderungan Perjalanan Kotor (GTP)
GTP
= T x 100%
P
Keterangan :
GTP: kecenderungan perjalanan kotor
T :jumlah perjalanan yang dilakukan
P :jumlah
penduduk dalam suatu negara atau kelompok masyarakat tertentu dalam suatu negara
Negara
Astina
Negara Amarta
GTP
= 2.655.000 x 100
%
GTP = 1.964.000 x 100 %
14.500.000
9.700.000
= 18.31%
= 20.25%
c) Frekuensi
Perjalanan (TF)
TF = GTP ATAU TF = T
NTP
N
Keterangan : TF = Travel Frequecy
Negara Astina
Negara Amarta
TF
= 18.31% TF
= 20.25%
12.48%
12.61%
= 1.46 Kali
= 1.6 Kali
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil
perhitungan dari NTP, GTP dan TF, bisa disimpulkan bahwa Negara Amarta lebih
unggul dari Negara Astina. Oleh karena itu, Negara Amarta bisa menjadi
potential market yang menjanjikan apabila kita melakukan promosi pariwisata
secara gencar dan efektif.
SOAL 2
Sebutkan apa saja
sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?
Jawab
Kecenderungan
Perjalanan yang Tinggi disebabkan oleh :
a. Pendapatan
penduduk yang besar
b. Tingkat
profesionalisme masyarakat (Wiraswasta, Direktur, Karyawan tingkat tinggi, dll)
c. Penduduk
kota-kota besar
d. Kelompok
usia antara 20-45 tahun
e. Kelompok
keluarga kecil dan keluarga-keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah.
f. Tingkat
pendidikan penduduk yang tinggi
Kecenderungan
Perjalanan yang Rendah disebabkan oleh :
a. Pendapatan
penduduk yang kecil
b. Pekerjaan
penduduk seperti Petani, Buruh dan Pensiunan
c. Anak-anak
kecil dan orang-orang diatas 75 tahun.
d. Para
penghuni desa yang penduduknya kurang dari 2.000 orang
e. Anggota
keluarga besar (>5 orang)
Berikan contoh dari
produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni
dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut?
Jawab :
1. Kondisi Elastis
Sebagai contoh adalah
Pemenang paket liburan wisata ke Paris. Orang tersebut melakukan perjalanan
wisata karena memenangkan undian paket liburan wisata ke Paris. Semua
biaya yang dikenakan dalam paket liburan akan ditanggung oleh perusahaan yang
mengadakan undian tersebut.
2. Kondisi Elstis Murni
Contohnya adalah
kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM juga memiliki dampak akan diikutinya kenaikan
harga-harga produk barang atau jasa yang dibutuhkan dalam industri pariwisata.
Yang paling dekat dampaknya adalah naiknya biaya transportasi untuk
melakukan perjalanan wisata.
3. Kondisi Tidak
Elastis
Sebagai contoh adalah
dinaikannya biaya fiskal kepada orang yang akan melakukan perjalanan wisata ke
luar negeri oleh pemerintah Indonesia. Kebijakan ini sempat dilakukan
pemerintah kita pada periode 2009-2010 dengan menetapkan biaya fiskal Rp. 2,5
jt untuk orang yang menggunakan pesawat udara dan Rp. 1 jt untuk orang yang
menggunakan angkutan laut.Alasannya adalah untuk mengurangi tingkat kunjungan
wisata keluar negri sekaligus juga untuk menstabilkan perekonomian negara.
Alhasil pada tahun tersebut minat masyarakat kita untuk berpergian keluar negri
pun sangat berkurang

